Aku tengah berandai dalam kegelapan
Hingga aku tersesat dalam labirin perasaan
Bagaimana aku bisa teguh ?
Sedangkan saat ini harapku hanya meraih pupus
Aku tengah berandai tentang perasaan
Jutaan pertanyaan masih menunggu pengertian
Kepada siapa jawaban ini aku haturkan
Sedangkan saat ini aku bersama angan sendirian
Aku tengah berandai sendirian
Jatuh di kegelapan dengan sejuta pertanyaan
Yang tidak butuh jawaban untuk menemukan keteguhan
Yang tidak butuh dituntun oleh harapan dan angan belaka
Aku tengah berandai tentangmu sendirian
Terkadang pertanyaan tidak bisa dijelaskan
Namun setidaknya beri aku kabar
Agar tidak semakin dalam anganku tersesat dalam kegelapan
Satu sapa saja cukup menentramkan
Kekasih, jawab aku, hentikan pengandaianku
Kamis, 22 Oktober 2015
Selasa, 20 Oktober 2015
Lelaki yang waktunya terhenti
Sejak pertama kau menyentuh dalam purbaku,
Sejak saat itu, detikku menunjukmu sebagai arah mata angin sukmaku,
Hingga aku merasa sang kala bergerak begitu lambat
Tawa, marah, tangis kau larutkan dalam masa indah bersama semua kenangan
Sejenak aku terbuai oleh hembusan angin nirwana
Perlahan laju waktu mulai berbelok dari mimpiku
Gengaman tanganmu tak seerat dulu.
Aku merasakannya, aku melihatnya, namun hatiku memilih untuk buta
Dan berkata "semua akan baik-baik saja"
Lalu seperti biasa aku menengelamkan diri dalam senyummu.
Warna-warna indah masih menghiasi alunan kita, biasnya dapat terlihat dalam jejak kaki kita
Meski sedikit memudar, namun masih tetap menyejukan
Setidaknya itu yang aku rasa.
Dan kamu pun mulai bercerita tentang mimpi-mimpimu.
Dengan mata berbinar kau menatap jauh kearah bintang
Kau terlihat semakin terang, dalam gelap cahayaku.
Meski aku tengah berdiri di dekapanmu, entah mengapa aku merasa jauh.
Aku merasa kecil.
Sang kala sangat menyayangiku
Aku diperlihatkan sebuah tanda-tanda kecil dari kuasanya yang besar
Namun, aku memilih mabuk dalam buaian namamu.
Aku mencoba mengenggammu lebih erat
Namun telapak tanganmu mulai samar, langkah kakimu mulai jauh.
Lalu aku mulai asing dalam ceritamu
Tetapi aku tetap tersenyum dan memilih hanyut.
Kini aku tak tahu kemana arah tanganmu meraih
Kini aku tak tahu kemana arah langkahmu melangkah
Aku mencarimu di jurang waktu yang sama
Tempat kita biasanya bersua.
Aku menunggumu.
Sesekali aku berfatamorgana, suaramu lirih memanggil namaku
Dan saat aku tersadar, hanya kehampaan yang aku dapati.
Aku sendirian.
Aku sadar kau telah lama pergi dari tempat ini.
Dan aku hanya lelaki dengan waktunya yang terhenti.
Hingga aku jatuh dalam kenangan.
Aku hanya ditemani bayanganmu, Ceritamu dan janjimu
Semua masa lalu yang selalu aku anggap.
Kita berdiri di tempat yang sama, namun diwaktu yang berbeda.
Sudah lama aku lupa. Bahwa waktu tidak pernah berhenti
Hanya aku yang terlalu bodoh, berharap semuanya tidak berubah.
Aku masih sama dan kau jauh melangkah
Aku hanya bisa berdiri dan berhenti melihat kau jauh pergi
Minggu, 04 Oktober 2015
To Mr. Sok Sibuk
Hey kamu yang berdiri disana
yang berhenti sejenak dalam pencarian mimpi
tak bisakah sekejap saja kau lihat dia yang
berdiam disana
dia yang selalu disampingmu, menyemangati semua
mimpi-mimpimu.
Mungkin dia hanya diam dibelakangmu, tapi selama ini dia terus dibelakangmu,
Mungkin dia hanya diam dibelakangmu, tapi selama ini dia terus dibelakangmu,
menemanimu berlari dalam pencariaan mimpimu,
gak semua rasa bisa dikatakan, gak semua cinta bisa diungkapkan,
gak semua rasa bisa dikatakan, gak semua cinta bisa diungkapkan,
dia memperhatikanmu dengan cara yang berbeda,
cobalah kau lihat dia lebih dalam
hey kamu yang berdiri disana
hey kamu yang berdiri disana
yang menghela nafas dari sibuknya siang,
sapalah dia sejenak, dia yang menunggumu sambil berpura-pura acuh,
sapalah dia sejenak, dia yang menunggumu sambil berpura-pura acuh,
dengan segenapnya dia menunggu sapamu walau
sejenak,
pastikan buat dia meloncat girang,
tak perlu kamu bawakan mawar atau cincin berlian,
tak perlu kamu bawakan mawar atau cincin berlian,
sedikit waktu dari sibukmu cukup cerahkan
mendungnya,
tak perlu kamu bawakan pesawat tempur atau kapal pesiar karena dia tak butuhkan itu,
yang dia mau sedikit waktu dari sibukmu, untuk sejenak menemaninya tertawa,
hey kamu yang berdiri disana
tak perlu kamu bawakan pesawat tempur atau kapal pesiar karena dia tak butuhkan itu,
yang dia mau sedikit waktu dari sibukmu, untuk sejenak menemaninya tertawa,
hey kamu yang berdiri disana
lihat dia yang malam menanti tidurmu, yang
siang menunggu senyummu,
yang hanya bisa mengantungkan banyak harapan
tanpa bisa dia katakan padamu,
lihat dia yang selalu melihatmu,
lihat dia yang selalu melihatmu,
coba lihat celah dihatinya, disitu bersembunyi
cinta yang hanya untuk kamu,
hey kamu yang berdiri disana,
hey kamu yang berdiri disana,
andai bisa aku katakan semua perasaanya,
tapi dalamnya hati tidak ada yang tahu,
coba kamu berhenti berdiri dan ajak dia duduk sejenak,
coba kamu berhenti berdiri dan ajak dia duduk sejenak,
berceritalah tentang mimpimu dan cari tahu isi
hatinya
sungguh yang dia ingin hanya kamu,
hanya sedikit dari waktu sibukmu
hey kamu yang sedang sok sibuk disana
hanya sedikit dari waktu sibukmu
hey kamu yang sedang sok sibuk disana
berhentilah sibuk dan bercintalah dengan dia,
sungguh itu kan terasa lebih mudah cerahkan
dia, perhatikan dia.
Yang dia ingin hanya sedikit waktu dari sibukmu
Yang dia ingin hanya sedikit waktu dari sibukmu
Langganan:
Postingan (Atom)