Kelak akan aku ceritakan betapa sesaknya bernafas saat jauh dari hadirmu,
Betapa waktu terasa begitu lambat berjalan, hingga aku tersesat dalam seribu lamunan,
Saat malam datang tubuhku mulai merindu, tengah malam aku terjaga tanpa sebab
Pelan sayup aku dibawah malam dalam kesendirian,
Yang dapat aku lakukan hanyalah memandang kearah potret kenangan kita
Terkadang terbias suara tawamu, manis senyummu
Terkadang pun mengema perkelahian kita, lalu haru menyesalanku bersuara karena gemercik tangismu.
Kelak akan aku cerita bagaimana tikaman rindu ini menusukku.
Berada di batas normal menanti sebuah harapan itu tak mudah
Terkadang aku merasa sakit meski tak berdarah
Terkadang aku ingin menangis hingga tak bersuara
Aku ingin memelukmu namun yang ada hanyalah aku
Aku ingin mengatakan betapa aku mencintaimu
Namun suaraku ditelan oleh deru
Ombak menertawakanku,
Mentari mencurahiku
Seribu surat rindu tak tertulis, terlantu dalam doaku untukmu
Kelak akan aku ceritakan bagaimana cintamu telah mengakar
Bagaimana aku menjaga baranya sendirian
Bagaimana aku bertahan
Banyak pria yang mendekatimu
Aku mengetahuinya
Namun aku bisa apa
Aku hanya bertahan dengan bisikan sayang yang kau ucapakan
Seminggu lalu
Ada pria yang membelikanmu hadiah
Aku tahu itu
Dan aku bisa apa
Aku hanya menahan dengan janji yang kau lemparkan untukku
Setahun lalu
Aku ditertawakan oleh semesta
Aku tak tahu bagaimana akan menjelaskan bagimana hancurnya aku,
Jika aku tak jadi untukmu
Aku tak tahu bagaimana aku akan membencimu saat itu
Kelak akan aku ceritakan semua
Saat kita telah ada dalam peraduan
Semoga
Selasa, 24 November 2015
Minggu, 15 November 2015
Hujan pertama di surabaya
Telah lama aku gersang akan sentuhmu
Tiap malam keringatku bercucuran merindumu
Namun seakan kau senang mempermainkanku
Kau menunjukan sedikit gelagat akan mencurahiku
Lalu akhirnya kau kembali menghilang entah kemana
Pernah sekali kau coba hadirkan gelegar di malam sunyiku
Aku berpikir janji bersua itu telah datang
Namun gelegarmu hanya untaian
Bagai langit yang nyata namun tak pernah teraih
Kapan kau akan turun dari singgahsana nyamanmu ?
Udara pengap bercampur dengan namamu
Haruskah aku jelaskan betapa sesaknya, aku bernafas diantaranya ?
Namun jika kau datang hanya membawa mendung harapan, aku memilih untuk berkata tidak
Hatiku ini sudah kering meronta, jangan kau bumbui dengan harapan yang sia-sia
Hidupku cukup sulit harus bertahan dengan menanggung rasa rinduku padamu
Yang aku pun belum tahu ujungnya bertemu atau hancur
Betapa lagi aku harus katakan, aku merindukanmu datang
Nafas ini berat akan rasa sayang yang kau tanam
Dalam pagi saat aku melihat matahari dan hangat cinta, aku merindukanmu
Dalam siang saat terengah-engah dari kejaran mimpi, aku merindukanmu
Dalam sore dibalik seduhan secangkir teh hangat, aku merindukanmu
Saat malam aku bertemu kasih dengan mimpi, aku merindukanmu
Datanglah, seperti hujan malam ini
Bertubi-tubilah lumuri aku
Aku larut dalam hujan malam ini
Bersama tangisku akan rindumu
Aku hanyut dalam hujan malam ini
Kubiarkan harapku mengalir
Deras tersapu bersih
Karena tak kunjung hadir bayangmu mendekapku
Aku sendirian dalam hujan malam ini
Menangis dan putus asa
Tiap malam keringatku bercucuran merindumu
Namun seakan kau senang mempermainkanku
Kau menunjukan sedikit gelagat akan mencurahiku
Lalu akhirnya kau kembali menghilang entah kemana
Pernah sekali kau coba hadirkan gelegar di malam sunyiku
Aku berpikir janji bersua itu telah datang
Namun gelegarmu hanya untaian
Bagai langit yang nyata namun tak pernah teraih
Kapan kau akan turun dari singgahsana nyamanmu ?
Udara pengap bercampur dengan namamu
Haruskah aku jelaskan betapa sesaknya, aku bernafas diantaranya ?
Namun jika kau datang hanya membawa mendung harapan, aku memilih untuk berkata tidak
Hatiku ini sudah kering meronta, jangan kau bumbui dengan harapan yang sia-sia
Hidupku cukup sulit harus bertahan dengan menanggung rasa rinduku padamu
Yang aku pun belum tahu ujungnya bertemu atau hancur
Betapa lagi aku harus katakan, aku merindukanmu datang
Nafas ini berat akan rasa sayang yang kau tanam
Dalam pagi saat aku melihat matahari dan hangat cinta, aku merindukanmu
Dalam siang saat terengah-engah dari kejaran mimpi, aku merindukanmu
Dalam sore dibalik seduhan secangkir teh hangat, aku merindukanmu
Saat malam aku bertemu kasih dengan mimpi, aku merindukanmu
Datanglah, seperti hujan malam ini
Bertubi-tubilah lumuri aku
Aku larut dalam hujan malam ini
Bersama tangisku akan rindumu
Aku hanyut dalam hujan malam ini
Kubiarkan harapku mengalir
Deras tersapu bersih
Karena tak kunjung hadir bayangmu mendekapku
Aku sendirian dalam hujan malam ini
Menangis dan putus asa
Kamis, 22 Oktober 2015
Dimana kau ?
Aku tengah berandai dalam kegelapan
Hingga aku tersesat dalam labirin perasaan
Bagaimana aku bisa teguh ?
Sedangkan saat ini harapku hanya meraih pupus
Aku tengah berandai tentang perasaan
Jutaan pertanyaan masih menunggu pengertian
Kepada siapa jawaban ini aku haturkan
Sedangkan saat ini aku bersama angan sendirian
Aku tengah berandai sendirian
Jatuh di kegelapan dengan sejuta pertanyaan
Yang tidak butuh jawaban untuk menemukan keteguhan
Yang tidak butuh dituntun oleh harapan dan angan belaka
Aku tengah berandai tentangmu sendirian
Terkadang pertanyaan tidak bisa dijelaskan
Namun setidaknya beri aku kabar
Agar tidak semakin dalam anganku tersesat dalam kegelapan
Satu sapa saja cukup menentramkan
Kekasih, jawab aku, hentikan pengandaianku
Hingga aku tersesat dalam labirin perasaan
Bagaimana aku bisa teguh ?
Sedangkan saat ini harapku hanya meraih pupus
Aku tengah berandai tentang perasaan
Jutaan pertanyaan masih menunggu pengertian
Kepada siapa jawaban ini aku haturkan
Sedangkan saat ini aku bersama angan sendirian
Aku tengah berandai sendirian
Jatuh di kegelapan dengan sejuta pertanyaan
Yang tidak butuh jawaban untuk menemukan keteguhan
Yang tidak butuh dituntun oleh harapan dan angan belaka
Aku tengah berandai tentangmu sendirian
Terkadang pertanyaan tidak bisa dijelaskan
Namun setidaknya beri aku kabar
Agar tidak semakin dalam anganku tersesat dalam kegelapan
Satu sapa saja cukup menentramkan
Kekasih, jawab aku, hentikan pengandaianku
Selasa, 20 Oktober 2015
Lelaki yang waktunya terhenti
Sejak pertama kau menyentuh dalam purbaku,
Sejak saat itu, detikku menunjukmu sebagai arah mata angin sukmaku,
Hingga aku merasa sang kala bergerak begitu lambat
Tawa, marah, tangis kau larutkan dalam masa indah bersama semua kenangan
Sejenak aku terbuai oleh hembusan angin nirwana
Perlahan laju waktu mulai berbelok dari mimpiku
Gengaman tanganmu tak seerat dulu.
Aku merasakannya, aku melihatnya, namun hatiku memilih untuk buta
Dan berkata "semua akan baik-baik saja"
Lalu seperti biasa aku menengelamkan diri dalam senyummu.
Warna-warna indah masih menghiasi alunan kita, biasnya dapat terlihat dalam jejak kaki kita
Meski sedikit memudar, namun masih tetap menyejukan
Setidaknya itu yang aku rasa.
Dan kamu pun mulai bercerita tentang mimpi-mimpimu.
Dengan mata berbinar kau menatap jauh kearah bintang
Kau terlihat semakin terang, dalam gelap cahayaku.
Meski aku tengah berdiri di dekapanmu, entah mengapa aku merasa jauh.
Aku merasa kecil.
Sang kala sangat menyayangiku
Aku diperlihatkan sebuah tanda-tanda kecil dari kuasanya yang besar
Namun, aku memilih mabuk dalam buaian namamu.
Aku mencoba mengenggammu lebih erat
Namun telapak tanganmu mulai samar, langkah kakimu mulai jauh.
Lalu aku mulai asing dalam ceritamu
Tetapi aku tetap tersenyum dan memilih hanyut.
Kini aku tak tahu kemana arah tanganmu meraih
Kini aku tak tahu kemana arah langkahmu melangkah
Aku mencarimu di jurang waktu yang sama
Tempat kita biasanya bersua.
Aku menunggumu.
Sesekali aku berfatamorgana, suaramu lirih memanggil namaku
Dan saat aku tersadar, hanya kehampaan yang aku dapati.
Aku sendirian.
Aku sadar kau telah lama pergi dari tempat ini.
Dan aku hanya lelaki dengan waktunya yang terhenti.
Hingga aku jatuh dalam kenangan.
Aku hanya ditemani bayanganmu, Ceritamu dan janjimu
Semua masa lalu yang selalu aku anggap.
Kita berdiri di tempat yang sama, namun diwaktu yang berbeda.
Sudah lama aku lupa. Bahwa waktu tidak pernah berhenti
Hanya aku yang terlalu bodoh, berharap semuanya tidak berubah.
Aku masih sama dan kau jauh melangkah
Aku hanya bisa berdiri dan berhenti melihat kau jauh pergi
Minggu, 04 Oktober 2015
To Mr. Sok Sibuk
Hey kamu yang berdiri disana
yang berhenti sejenak dalam pencarian mimpi
tak bisakah sekejap saja kau lihat dia yang
berdiam disana
dia yang selalu disampingmu, menyemangati semua
mimpi-mimpimu.
Mungkin dia hanya diam dibelakangmu, tapi selama ini dia terus dibelakangmu,
Mungkin dia hanya diam dibelakangmu, tapi selama ini dia terus dibelakangmu,
menemanimu berlari dalam pencariaan mimpimu,
gak semua rasa bisa dikatakan, gak semua cinta bisa diungkapkan,
gak semua rasa bisa dikatakan, gak semua cinta bisa diungkapkan,
dia memperhatikanmu dengan cara yang berbeda,
cobalah kau lihat dia lebih dalam
hey kamu yang berdiri disana
hey kamu yang berdiri disana
yang menghela nafas dari sibuknya siang,
sapalah dia sejenak, dia yang menunggumu sambil berpura-pura acuh,
sapalah dia sejenak, dia yang menunggumu sambil berpura-pura acuh,
dengan segenapnya dia menunggu sapamu walau
sejenak,
pastikan buat dia meloncat girang,
tak perlu kamu bawakan mawar atau cincin berlian,
tak perlu kamu bawakan mawar atau cincin berlian,
sedikit waktu dari sibukmu cukup cerahkan
mendungnya,
tak perlu kamu bawakan pesawat tempur atau kapal pesiar karena dia tak butuhkan itu,
yang dia mau sedikit waktu dari sibukmu, untuk sejenak menemaninya tertawa,
hey kamu yang berdiri disana
tak perlu kamu bawakan pesawat tempur atau kapal pesiar karena dia tak butuhkan itu,
yang dia mau sedikit waktu dari sibukmu, untuk sejenak menemaninya tertawa,
hey kamu yang berdiri disana
lihat dia yang malam menanti tidurmu, yang
siang menunggu senyummu,
yang hanya bisa mengantungkan banyak harapan
tanpa bisa dia katakan padamu,
lihat dia yang selalu melihatmu,
lihat dia yang selalu melihatmu,
coba lihat celah dihatinya, disitu bersembunyi
cinta yang hanya untuk kamu,
hey kamu yang berdiri disana,
hey kamu yang berdiri disana,
andai bisa aku katakan semua perasaanya,
tapi dalamnya hati tidak ada yang tahu,
coba kamu berhenti berdiri dan ajak dia duduk sejenak,
coba kamu berhenti berdiri dan ajak dia duduk sejenak,
berceritalah tentang mimpimu dan cari tahu isi
hatinya
sungguh yang dia ingin hanya kamu,
hanya sedikit dari waktu sibukmu
hey kamu yang sedang sok sibuk disana
hanya sedikit dari waktu sibukmu
hey kamu yang sedang sok sibuk disana
berhentilah sibuk dan bercintalah dengan dia,
sungguh itu kan terasa lebih mudah cerahkan
dia, perhatikan dia.
Yang dia ingin hanya sedikit waktu dari sibukmu
Yang dia ingin hanya sedikit waktu dari sibukmu
Selasa, 01 September 2015
jangan tanyakan mengapa
Harus aku katakan, aku sedang jatuh cinta
Aku jatuh cinta padamu berulang kali
Jangan tanyakan padaku mengapa
Tanyakan pada mata indahmu
Yang telah menjinakan seluruh ambisiku
Akan aku tukar seluruh dunia
Hanya untuk dapat terus menatap matamu
Jangan tanyakan padaku mengapa
Aku mencintai segala darimu
Tingkah manjamu, obsesimu, marahmu,
Aku katakan aku mencintainya semua
Jangan tanyakan padaku mengapa
Kaulah yang membuat aku begitu
Harus aku katakan, aku sedang rindu
Aku sangat merindukanmu, bahkan saat kita sedang bersama
Jangan tanyakan padaku kenapa
Senyum manismulah yang telah merenggut akal sehatku
Melarutkan aku dalam lautan rasa
Senyummu selalu hadir dalam setiap ingatanku
Karena senyummu, aku rela lakukan apa saja,
Hanya senyummu yang ingin selalu aku lihat
Saat aku terjaga maupun terpenjam
Aku merindukanmu disetiap detik melekat
Aku merindukan semua darimu
Setiap lekuk tubuhmu, bau dari rambutmu, gengaman dari jemarimu.
Aku merindukannya semua
Jangan tanyakan padaku mengapa
Kaulah yang membuatku seperti itu
Aku jatuh cinta padamu berulang kali
Jangan tanyakan padaku mengapa
Tanyakan pada mata indahmu
Yang telah menjinakan seluruh ambisiku
Akan aku tukar seluruh dunia
Hanya untuk dapat terus menatap matamu
Jangan tanyakan padaku mengapa
Aku mencintai segala darimu
Tingkah manjamu, obsesimu, marahmu,
Aku katakan aku mencintainya semua
Jangan tanyakan padaku mengapa
Kaulah yang membuat aku begitu
Harus aku katakan, aku sedang rindu
Aku sangat merindukanmu, bahkan saat kita sedang bersama
Jangan tanyakan padaku kenapa
Senyum manismulah yang telah merenggut akal sehatku
Melarutkan aku dalam lautan rasa
Senyummu selalu hadir dalam setiap ingatanku
Karena senyummu, aku rela lakukan apa saja,
Hanya senyummu yang ingin selalu aku lihat
Saat aku terjaga maupun terpenjam
Aku merindukanmu disetiap detik melekat
Aku merindukan semua darimu
Setiap lekuk tubuhmu, bau dari rambutmu, gengaman dari jemarimu.
Aku merindukannya semua
Jangan tanyakan padaku mengapa
Kaulah yang membuatku seperti itu
Rabu, 26 Agustus 2015
Hingga nanti saat selamanya
Ini cinta yang kurasa. Ini cinta yang kupunya
Ini cinta yang kau beri. Ini cinta yang kau
ajarkan
Kau buatku bertahan dan berjanji untuk
selamanya.
Kau buatku bertahan dan berharap untuk
selamanya
Tunggu aku hingga saatnya, aku kan layak di
sampingmu.
Aku mencintaimu sebisa caraku, hingga nanti
habis masaku.
Akan aku buat banyak cara untuk mencintaimu
sedalam-dalamnya.
Hingga tak ada lagi cara untuk dia mencintaimu
lebih dalam.
Ini rindu yang kurasa. Ini rindu yang ku punya
Ini rindu yang kau beri ini rindu yang kau
ajarkan.
Dirimulah alasan untuk aku bertahan memelukmu
hingga selamanya
Dirimulah adalah cinta yang ingin aku
pertahankan hingga selamanya
Tunggu aku hingga saatnya, aku akan mencintaimu
hingga layaknya.
Sebisa caraku, sekuat dayaku. Merindumu dengan
semuaku.
Membendung semua dunia, bersamamu semua pasti
bisa
Hingga nanti hingga saatnya kamu terbarinng
dipeluk selamanya.
Ini kasih aku aku rasa ini kasih yang aku punya
Ini kasih yang kau beri, ini kasih yang kau
ajarkan.
Ada banyak alasan untuk meninggalkanmu dan
menyerah.
Namun hanya ada satu alasan untuk aku bertahan Aku
mencintaimu
Hingga aku mampu bertahan, membendung masa yang
berjalan.
Hingga aku mampu menahan, tersayat oleh rindu
yang mendalam.
Karena aku tahu kau ada disana untukku.
Mendoakan aku.
Menanti hingga nanti saatnya kita bersama
selamanya.
Ini sayang yang aku rasa, ini sayang yang aku
punya.
Ini sayang kau beri, ini sayang yang kau
ajarkan.
Berjanjilah kau akan bertahan hingga saatnya,
saat kita berdua bisa selamanya.
Bersumpahlah untuk bertahan, meski itu
menghabiskan semua rasa.
Berjanjilah direlungmu ada aku, yang membuatmu
kuat hingga saatnya.
Bersumpahlah disana kamu akan berdiri setia
menungguku datang di pelaminan.
Aku berjanji akan segera datang saatnya, saat
aku layak memelukmu selamanya.
Aku bersumpah selamanya, saat itu datang, maka
hanya ada kata kita untuk selamanya
Minggu, 23 Agustus 2015
apa yang terjadi ?
Berlalu begitu saja, pagi dan malamku tanpa aku
tahu sebab.
Hanya bisa tertegun aku menikmati hamparan
rasa.
Terkesan ini bukan aku,
Ada sesuatu yang menganjal, ada sesuatu yang
lain
yang membuatku tersenyum kala melihat senyum
Membuatku terjaga kala lelap, kala mengingat
senyum
Sangat sederhana namun terbalut istimewa.
Entah apa yang terjadi.
Yang ku tahu ada rasa ditengah hamparan jiwa
Terkesan bukan aku,
Ada yang mengelitik, ada sesuatu dalam hati
Yang membuatku menutup mata kala menikmati
senyum
Cukup damai terasa walau hanya sebuah
Dia manis, lucu terbalut nakal canda
Yang membuat aku merasa bukan aku.
Dan aku yakin ada sesuatu yang lain
Yang membuat aku candu akan sebuah senyum
Dan semakin candu kala senyum itu hilang.
Entah mengapa terjadi
Sebuah gelisah datang, sebuah gembira datang
Semua tenang datang, sebuah kalut pun datang
Entah apa mulanya, entah apa sebabnya.
Tiba- tiba rasa itu sudah ada.
Mungkin senyum itu telah merubah aku.
Yang mengganti aku dengan sesuatu yang lain
Kini aku yakin ini bukan aku.
Ada sesuatu yang lain dalam aku.
Ini aku yang lain
Ini aku yang mencintaimu
Kamis, 20 Agustus 2015
Kau Mengerayangiku di Tengah Malam
saat kamu takut liat film horor,
aku gak janji jadi anak yang sok berani.
sehingga kamu bisa sembunyi dipundakku,
tapi aku janji untuk disampingmu.
untuk teriak bareng saat setane nonggol.
saat kamu sedih dan pengen nangis,
aku gak akan ngelarang kamu atau nyuruh kamu berhenti.
tapi saat itu aku janji akan disamping kamu, dan nyodorin satu pack tisu.
setelah itu akan aku bikin kamu lupa kalau kamu pernah menangis,
saat kamu makan dan kamu gak habis.
aku janji dengan senang hati akan menghabiskan makananmu,
karena nanti kalau kamu buang makanan itu, kamu nanti berdosa.
dan aku gak mau bidadariku masuk neraka.
saat kamu tertawa mungkin aku gak bisa ada di sampingmu.
tapi aku janji saat itu aku melihatmu dari tempatku yang jauh.
saat kamu pengen beli baju, ice cream atau hp,
aku pasti gak akan beliin kamu,
karena aku belum tentu bisa beli itu buat aku sendiri,
tapi aku akan bilang "yang sabar ya, banyak nabung biar keturutan "
saat kamu dapet masalah, dan kamu pengen lari.
aku gak akan nyuruh kamu berhenti dan kembali
aku gak janji jadi anak yang sok berani.
sehingga kamu bisa sembunyi dipundakku,
tapi aku janji untuk disampingmu.
untuk teriak bareng saat setane nonggol.
saat kamu sedih dan pengen nangis,
aku gak akan ngelarang kamu atau nyuruh kamu berhenti.
tapi saat itu aku janji akan disamping kamu, dan nyodorin satu pack tisu.
setelah itu akan aku bikin kamu lupa kalau kamu pernah menangis,
saat kamu makan dan kamu gak habis.
aku janji dengan senang hati akan menghabiskan makananmu,
karena nanti kalau kamu buang makanan itu, kamu nanti berdosa.
dan aku gak mau bidadariku masuk neraka.
saat kamu tertawa mungkin aku gak bisa ada di sampingmu.
tapi aku janji saat itu aku melihatmu dari tempatku yang jauh.
saat kamu pengen beli baju, ice cream atau hp,
aku pasti gak akan beliin kamu,
karena aku belum tentu bisa beli itu buat aku sendiri,
tapi aku akan bilang "yang sabar ya, banyak nabung biar keturutan "
saat kamu dapet masalah, dan kamu pengen lari.
aku gak akan nyuruh kamu berhenti dan kembali
aku gak akan maksa kamu untuk menghadapi
masalah itu.
aku juga gak akan jadi sosok pahlawan yang
nyelesaiin setiap masalahmu.
tapi aku akan ada dibelakangmu dan membawakanmu air minum.
karena aku yakin saat kamu berhenti kamu pasti haus.
setelah itu kita hembuskan peluh ke tanah bersama.
saat kamu ketiduran dan gak bales sms ku,
tapi aku akan ada dibelakangmu dan membawakanmu air minum.
karena aku yakin saat kamu berhenti kamu pasti haus.
setelah itu kita hembuskan peluh ke tanah bersama.
saat kamu ketiduran dan gak bales sms ku,
yang aku lakuin adalah mengirim sms itu 2 atau
3 kali lagi,
lalu ngucapin " met malem, met
tidur,"
dan saat pagi aku akan sms “ met pagi :D”
begitu .
saat aku sedang bonceng kamu dan sedang mengebu-gebunya bercerita
dan saat pagi aku akan sms “ met pagi :D”
begitu .
saat aku sedang bonceng kamu dan sedang mengebu-gebunya bercerita
lalu tiba-tiba kepalamu bersandar dipundakku.
Aku sadar saat itu kamu sedang tertidur.
Saat itu aku ingin menghentikan waktu
Saat itu aku ingin tidak membawamu pulang
Agar kamu selalu tertidur dipundakku.
Dan aku dapat selalu tersenyum melihatnya.
Lalu saat aku menyuruh agar tidak tertidur dipundakku.
sebenarnya aku sedang berbohong.
Aku tidak mampu jujur betapa aku menikmati saat itu.
Namun aku hanya malu dengan pundakku yang kecil.
Aku takut kamu tidak nyaman bersandar padanya.
Saat kamu bertanya. Apakah dirimu cantik.
Aku pun hanya dapat terus berbohong.
Aku hanya dapat tersipu lalu mengatakan yang sebaliknya.
Jika kau ingin jawaban jujur.
Lihatlah mataku yang selalu terpesona setiap melihatmu.
Mengapa aku bohong dan tidak mengatakan kamu cantik ?
Mungkin hati kecilku takut, karena jika kamu cantik maka banyak pria yang melihatmu.
Mungkin hatiku terlalu takut untuk cemburu.
Saat itu Aku hanya ingin memilikimu
Saat kamu bilang kamu butuh cinta, saat itu aku gak akan nyatain rasa cintaku ke kamu.
Dan aku dapat selalu tersenyum melihatnya.
Lalu saat aku menyuruh agar tidak tertidur dipundakku.
sebenarnya aku sedang berbohong.
Aku tidak mampu jujur betapa aku menikmati saat itu.
Namun aku hanya malu dengan pundakku yang kecil.
Aku takut kamu tidak nyaman bersandar padanya.
Saat kamu bertanya. Apakah dirimu cantik.
Aku pun hanya dapat terus berbohong.
Aku hanya dapat tersipu lalu mengatakan yang sebaliknya.
Jika kau ingin jawaban jujur.
Lihatlah mataku yang selalu terpesona setiap melihatmu.
Mengapa aku bohong dan tidak mengatakan kamu cantik ?
Mungkin hati kecilku takut, karena jika kamu cantik maka banyak pria yang melihatmu.
Mungkin hatiku terlalu takut untuk cemburu.
Saat itu Aku hanya ingin memilikimu
Saat kamu bilang kamu butuh cinta, saat itu aku gak akan nyatain rasa cintaku ke kamu.
dan saat kamu nyatain cinta ke aku. aku akan
nyatain rasa cinta itu ke kamu selamanya.
saat kamu ultah aku gak akan berusaha jadi orang pertama yang ngucapin ke kamu.
tapi aku akan nunggu sampek kamu tanya ke aku " gak pengen ngucapin met ultah ta ? "
saat kamu ultah aku gak akan berusaha jadi orang pertama yang ngucapin ke kamu.
tapi aku akan nunggu sampek kamu tanya ke aku " gak pengen ngucapin met ultah ta ? "
Aku
pengen jadi Orang terakhir yang ngucapin itu.
Sebelum
kamu Tidur, agar kamu memimpikannya
saat kamu tanya " apa yang kamu lakuin ?"
saat kamu tanya " apa yang kamu lakuin ?"
Yang selalu aku lakuin adalah mikirin kamu.
saat kamu pergi dari aku , aku gak akan nyusul kamu.
saat kamu pergi dari aku , aku gak akan nyusul kamu.
tapi aku akan nunggu kamu kembali.
saat kamu pengen cerita, aku akan dengerin semuanya,
saat kamu pengen cerita, aku akan dengerin semuanya,
kecuali saat kamu cerita tentang dia.
walaupun aku ketawa, jujur aku cemburu
saat aku gak sms kamu
sumpah !!!
aku pengen kamu sms aku duluan.
dan bilang kangen.
karena saat itu aku kangen kamu.
saat kamu baca catatan ini dan berpikir saya gila. berarti kamu benar dan sadar.
walaupun aku ketawa, jujur aku cemburu
saat aku gak sms kamu
sumpah !!!
aku pengen kamu sms aku duluan.
dan bilang kangen.
karena saat itu aku kangen kamu.
saat kamu baca catatan ini dan berpikir saya gila. berarti kamu benar dan sadar.
kecuali kamu gak sadar satu hal yang bikin aku
gila itu kamu.
saat semua saatku ke kamu sudah selesai,
saat itu aku pengen kamu inget selalu semua saat saatku.
saat semua saatku ke kamu sudah selesai,
saat itu aku pengen kamu inget selalu semua saat saatku.
Rabu, 19 Agustus 2015
Saat ini aku ingin memelukmu
Jangan berkata apapun
Penjamkan matamu dan biarkan itu terjadi.
Diam dan tertunduklah.
Biarkan aku menikmati harummu saat ini.
Semua darimu memabukkan aku
Semua darimu menjadi candu untuk aku.
Aku tidak memintanya lagi.
Mendesahlah jika kau ingin.
Maaf jika itu terlalu sakit.
Biarkan aku menikmati setiap lekukmu saat ini.
Mungkin aku akan masuk neraka
Karena menginginkanmu seingin ini.
Mungkin aku akan menderita.
Karena yang aku inginkan yang tidak mungkin termiliki.
Biarkan waktu berhenti sejenak untuk saat ini.
Akan aku rayu kamu.
Akan aku goda kamu.
Sepuasku. sebisaku.
Biarkan aku menikmati tubuhmu saat ini.
Jangan meronta.
Karena itu membuatku semakin menginginkanmu.
Cukup bertahanlah sebentar.
Lalu aku akan melepaskanmu.
Iya benar begitu.
Atur nafasmu agar aku pun dapat menikmatinya.
Coba lihat. Saat ini nafas kita menyatu.
Mungkin aku hidup untuk ini.
Untuk merasakanmu.
Menyatakan cinta hanya untukmu
Setelah ini aku tidak akan menyesal.
Entah mengapa saat ini kamu terlihat begitu
cantik.
Jangan salahkan aku.
Jika saat ini aku ingin memelukmu
Senin, 17 Agustus 2015
Catatan kecil
Untukmu yang ada disana,
Aku disini selalu berdoa, agar kau selalu bahagia
Untukmu yang ada disana,
Aku disini mulai bertanya, adakah aku dalam bahagiamu yang ku doa kan ?
Dariku yang menunggumu disini
Aku disini selalu berdoa, agar kau selalu bahagia
Untukmu yang ada disana,
Aku disini mulai bertanya, adakah aku dalam bahagiamu yang ku doa kan ?
Dariku yang menunggumu disini
Minggu, 16 Agustus 2015
Benci untuk rindu
Sepi kurasa menyentuh tubuh.
Mengingatkan aku pada kamu.
Yang telah lama jauh pergi.
Tertinggal hanyalah sunyi di hati.
Kulihat kabut pada subuh.
Remang menutup indah bulan.
Aku tanya padamu sepi malam.
Apa arti cinta rindu itu.
Sejenak tepikanlah aku.
Agar aku bisa memandang langit biru.
Sekedar untuk menyapa bunga.
Bertanya apa siap tuk dipetik.
Sepi tak bisa di usir sendiri.
Luka hati butuh sang peneduh.
Aku duduk di sini dengan senyum.
Tingkahmu yang membuat itu.
Sajak bait rindu dapat tertulis.
Namun tidak dengan perih yang membekas.
Dia dapat abadi bersembunyi.
Bertemulah agar semuanya terurai.
Mengapa kau harus menahan diri.
Sedangkan terlihat jelas dimatamu.
Betapa kau rindukan aku.
Begitu pula dengan aku rindu kamu.
Jangan benci untuk rindu.
Katakan dan ucapkan.
Meski masih jauh untuk bertemu
Tapi setidaknya berkurang luka rindu.
Terkikis oleh janji bertemu.
Dan nanti saatnya tiba.
Saat kita sampai diperaduan.
Katakan lagi semua rasa rindu.
Saling terobati dengan bertukar senyum.
Sabtu, 15 Agustus 2015
Hentikan air mata itu
Sudah hentikan air
mata itu, karena itu tidak merubahku
Tidak sedikit pun membuat langkahku terhenti.
Tidak sedikit pun membuat aku kembali.
Maaf aku telah melukai dengan luka yang tak
terlihat.
Dengan kenangan dan rasa cinta.
Bukan ini akhir yang aku mau.
Tapi ini adalah jalan yang harus kita tempuh.
Lalu biarkan takdir yang berkata.
Tentang apa yang terjadi. Tentang rasa sakit
ini.
Dengan Cara yang mungkin tidak bisa kita
mengerti.
Memang salahku yang menyapamu dengan senyum.
Menceritakan indah dongeng cinta.
Hingga kau bersandar erat padanya.
Memimpikan abadi tidur didalamnya.
Saat ini aku harus bangun.
Aku sudah tidak bisa mencintaimu.
Keabadian itu terlalu indah bagiku.
Biarkan aku fana tanpamu.
Jangan hentikan putaran ini dengan tangismu.
Memang salahku mengengam erat tanganmu.
Membuatmu yakin kita akan bisa selamanya.
Aku pun berharap begitu.
Aku pun mencintaimu.
Tapi tidak setiap harap harus nyata.
Kini harap itu pupus. mengertilah.
Hidup ini adalah banyak hal, tidak hanya cinta
yang kita rasa.
Tolong mengertilah dan berhentilah menangis.
Tidak. Tidak ada yang salah dengan kamu.
Bahkan kamu adalah hal terbaik yang aku punya.
Tapi terkadang cinta harus menemui jalan
tersulit.
Dia harus rumit. Sakit. Terisak.
Terkadang dia harus berhenti, berputar atau
berakhir.
Mungkin itu yang terjadi dengan kita.
yang harus kita lakukan adalah larut.
Lalu biarkan semuanya.
Tidak. Tidak pernah ada yang lain di hatiku.
Tidak pernah terlintas. Tidak pernah
bersinggah.
Cuma kamu satu.
Semuanya baik-baik saja.
Rasa cinta itu tetap ada.
Rasa rindu itu tetap menyayat.
Tapi aku sudah tidak bisa bersamamu.
Aku harus meninggalkanmu.
Kenapa ?
Karena hidup tidak habis untuk cinta.
Dan sulit bagiku untuk bersamamu.
Hidupku hanya terhenti dan abadi dalam cintamu.
Tidak bukan itu yang aku mau.
Aku sadar yang aku ingin adalah kebebasan.
Tidak terikat.
Iya kamu mengikatku.
Dengan cinta dan semua perasaaan itu.
Dengan cinta dan semua ikatan itu.
Iya semua yang kamu lakukan itu hal yang wajar.
Semua kekhawatiran itu.
Semua rasa cemburu itu.
Itu wajar bagi kita. Kita pasangan.
Tapi ada sisiku yang menolaknya.
Menolak untuk di kekang.
Percuma kamu berjanji.
Itu adalah hal yang mustahil.
Yang ada kamu akan tersiksa.
Setia menanti hal yang tidak kembali adalah
kutukan
Dia mengutukmu dengan luka
Jangan..
Jangan kamu menantiku. Berpalinglah.
Cari bahagiamu. Bahagia yang lebih pantas
untukmu.
Jangan… jangan kamu berjanji
Itu hanya melukai
Berhentilah setia dan mencintai aku.
Kamu yang akan sakit jika ini diteruskan.
Kamu yang akan sakit jika kamu berjanji.
Aku tidak ingin itu.
Sudah lepaskan aku dan hentikan tangismu.
Tangis dan luka saat ini akan sementara.
Tenanglah.
Lalu waktu akan berlalu.
Mereka akan mengering.
Dan kamu akan lupa.
Sudah jangan kamu janji lagi.
Kalau cinta mempertemukan lagi, biarlah.
Tapi saat ini jangan ada harapan.
Jangan ada janji
jangan menunggu.
Jangan menangis.
Mungkin kita akan jadi asing.
Kikuk dan canggung.
Tapi aku harap kita akan kembali ke tempat kita
semula.
Ketempat kita mulai.
Tidak…
Wajar kamu akan membenciku. Bencilah.
Hanya bagiku akan selalu terselip doa
agar kamu hidup sehat, cantik, baik, dan
bahagia.
Apapun jalan takdir yang tersisa.
Jalani.
Sudah lepaskan pelukmu dan hentikan tanggismu
hentikan air mata itu,
Hanya membuatku merasa bersalah
Hanya membuatku merasa berdosa.
Tersenyumlah meski kita tidak bersama.
Mengertilah.
Langganan:
Postingan (Atom)