Selasa, 20 Oktober 2015

Lelaki yang waktunya terhenti

Sejak pertama kau menyentuh dalam purbaku,
Sejak saat itu, detikku menunjukmu sebagai arah mata angin sukmaku,
Hingga aku merasa sang kala bergerak begitu lambat
Tawa, marah, tangis kau larutkan dalam masa indah bersama semua kenangan

Sejenak aku terbuai oleh hembusan angin nirwana

Perlahan laju waktu mulai berbelok dari mimpiku
Gengaman tanganmu tak seerat dulu.
Aku merasakannya, aku melihatnya, namun hatiku memilih untuk buta
Dan berkata "semua akan baik-baik saja"
Lalu seperti biasa aku menengelamkan diri dalam senyummu.

Warna-warna indah masih menghiasi alunan kita, biasnya dapat terlihat dalam jejak kaki kita
Meski sedikit memudar, namun masih tetap menyejukan
Setidaknya itu yang aku rasa.

Dan kamu pun mulai bercerita tentang mimpi-mimpimu.
Dengan mata berbinar kau menatap jauh kearah bintang
Kau terlihat semakin terang, dalam gelap cahayaku.
Meski aku tengah berdiri di dekapanmu, entah mengapa aku merasa jauh.
Aku merasa kecil.

Sang kala sangat menyayangiku
Aku diperlihatkan sebuah tanda-tanda kecil dari kuasanya yang besar
Namun, aku memilih mabuk dalam buaian namamu.

Aku mencoba mengenggammu lebih erat
Namun telapak tanganmu mulai samar, langkah kakimu mulai jauh.
Lalu aku mulai asing dalam ceritamu
Tetapi aku tetap tersenyum dan memilih hanyut.

Kini aku tak tahu kemana arah tanganmu meraih
Kini aku tak tahu kemana arah langkahmu melangkah

Aku mencarimu di jurang waktu yang sama
Tempat kita biasanya bersua.
Aku menunggumu.
Sesekali aku berfatamorgana, suaramu lirih memanggil namaku
Dan saat aku tersadar, hanya kehampaan yang aku dapati.
Aku sendirian.

Aku sadar kau telah lama pergi dari tempat ini.
Dan aku hanya lelaki dengan waktunya yang terhenti.
Hingga aku jatuh dalam kenangan.
Aku hanya ditemani bayanganmu, Ceritamu dan janjimu
Semua masa lalu yang selalu aku anggap.
Kita berdiri di tempat yang sama, namun diwaktu yang berbeda.

Sudah lama aku lupa. Bahwa waktu tidak pernah berhenti
Hanya aku yang terlalu bodoh, berharap semuanya tidak berubah.
Aku masih sama dan kau jauh melangkah
Aku hanya bisa berdiri dan berhenti melihat kau jauh pergi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar