Minggu, 16 Agustus 2015

Benci untuk rindu

Sepi kurasa menyentuh tubuh.
Mengingatkan aku pada kamu.
Yang telah lama jauh pergi.
Tertinggal hanyalah sunyi di hati.

Kulihat kabut pada subuh.
Remang menutup indah bulan.
Aku tanya padamu sepi malam.
Apa arti cinta rindu itu.

Sejenak tepikanlah aku.
Agar aku bisa memandang langit biru.
Sekedar untuk menyapa bunga.
Bertanya apa siap tuk dipetik.

Sepi tak bisa di usir sendiri.
Luka hati butuh sang peneduh.
Aku duduk di sini dengan senyum.
Tingkahmu yang membuat itu.

Sajak bait rindu dapat tertulis.
Namun tidak dengan perih yang membekas.
Dia dapat abadi bersembunyi.
Bertemulah agar semuanya terurai.

Mengapa kau harus menahan diri.
Sedangkan terlihat jelas dimatamu.
Betapa kau rindukan aku.
Begitu pula dengan aku rindu kamu.

Jangan benci untuk rindu.
Katakan dan ucapkan.
Meski masih jauh untuk bertemu
Tapi setidaknya berkurang luka rindu.
Terkikis oleh janji bertemu.

Dan nanti saatnya tiba.
Saat kita sampai diperaduan.
Katakan lagi semua rasa rindu.
Saling terobati dengan bertukar senyum.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar