Telah lama aku gersang akan sentuhmu
Tiap malam keringatku bercucuran merindumu
Namun seakan kau senang mempermainkanku
Kau menunjukan sedikit gelagat akan mencurahiku
Lalu akhirnya kau kembali menghilang entah kemana
Pernah sekali kau coba hadirkan gelegar di malam sunyiku
Aku berpikir janji bersua itu telah datang
Namun gelegarmu hanya untaian
Bagai langit yang nyata namun tak pernah teraih
Kapan kau akan turun dari singgahsana nyamanmu ?
Udara pengap bercampur dengan namamu
Haruskah aku jelaskan betapa sesaknya, aku bernafas diantaranya ?
Namun jika kau datang hanya membawa mendung harapan, aku memilih untuk berkata tidak
Hatiku ini sudah kering meronta, jangan kau bumbui dengan harapan yang sia-sia
Hidupku cukup sulit harus bertahan dengan menanggung rasa rinduku padamu
Yang aku pun belum tahu ujungnya bertemu atau hancur
Betapa lagi aku harus katakan, aku merindukanmu datang
Nafas ini berat akan rasa sayang yang kau tanam
Dalam pagi saat aku melihat matahari dan hangat cinta, aku merindukanmu
Dalam siang saat terengah-engah dari kejaran mimpi, aku merindukanmu
Dalam sore dibalik seduhan secangkir teh hangat, aku merindukanmu
Saat malam aku bertemu kasih dengan mimpi, aku merindukanmu
Datanglah, seperti hujan malam ini
Bertubi-tubilah lumuri aku
Aku larut dalam hujan malam ini
Bersama tangisku akan rindumu
Aku hanyut dalam hujan malam ini
Kubiarkan harapku mengalir
Deras tersapu bersih
Karena tak kunjung hadir bayangmu mendekapku
Aku sendirian dalam hujan malam ini
Menangis dan putus asa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar