Kelak akan aku ceritakan betapa sesaknya bernafas saat jauh dari hadirmu,
Betapa waktu terasa begitu lambat berjalan, hingga aku tersesat dalam seribu lamunan,
Saat malam datang tubuhku mulai merindu, tengah malam aku terjaga tanpa sebab
Pelan sayup aku dibawah malam dalam kesendirian,
Yang dapat aku lakukan hanyalah memandang kearah potret kenangan kita
Terkadang terbias suara tawamu, manis senyummu
Terkadang pun mengema perkelahian kita, lalu haru menyesalanku bersuara karena gemercik tangismu.
Kelak akan aku cerita bagaimana tikaman rindu ini menusukku.
Berada di batas normal menanti sebuah harapan itu tak mudah
Terkadang aku merasa sakit meski tak berdarah
Terkadang aku ingin menangis hingga tak bersuara
Aku ingin memelukmu namun yang ada hanyalah aku
Aku ingin mengatakan betapa aku mencintaimu
Namun suaraku ditelan oleh deru
Ombak menertawakanku,
Mentari mencurahiku
Seribu surat rindu tak tertulis, terlantu dalam doaku untukmu
Kelak akan aku ceritakan bagaimana cintamu telah mengakar
Bagaimana aku menjaga baranya sendirian
Bagaimana aku bertahan
Banyak pria yang mendekatimu
Aku mengetahuinya
Namun aku bisa apa
Aku hanya bertahan dengan bisikan sayang yang kau ucapakan
Seminggu lalu
Ada pria yang membelikanmu hadiah
Aku tahu itu
Dan aku bisa apa
Aku hanya menahan dengan janji yang kau lemparkan untukku
Setahun lalu
Aku ditertawakan oleh semesta
Aku tak tahu bagaimana akan menjelaskan bagimana hancurnya aku,
Jika aku tak jadi untukmu
Aku tak tahu bagaimana aku akan membencimu saat itu
Kelak akan aku ceritakan semua
Saat kita telah ada dalam peraduan
Semoga
Tidak ada komentar:
Posting Komentar